Makalah Pengantar Manajemen
MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN

Dosen Mata Kuliah
Drs.
H. Harmon Djusar,M.M
Disusun Oleh :
Reza
Dwiartama Hidayat
NIM :
101118110515
DAFTAR ISI
Perusahaan dalam menjalankan
aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang
mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu
perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk
yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan
perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam
mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah
satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal
tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok
pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk.
Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka
dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk
menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu
ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran
sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di
dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat
memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan
produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut
mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap
tujuan perusahaan. Manajemen operasi (MO) mulai berkembang pesat sejak
tahun 1910-an. Pada saat itu Frederick W Taylor mengembangkan konsep yang
terkait dengan efisiensi di bidang produksi dengan menggunakan pendekatan
ilmiah untuk menghitung produktivitas, menggunakan fungsi manajemen untuk
menemukan dan menggunakan aturan dan prosedur dalam operasi system produksi.
Ruang
lingkup Manajemen Operasi mencakup tiga aspek utama yaitu:
a. Perencanaan
Sistem Produksi. Perencanaan Sistem Produksi ini meliputi Perencanaan Produk,
Perencanaan Lokasi Pabrik, Perencanaan Layout Pabrik, Perencanaan Lingkungan
Kerja, Perencanaan Standar Produksi.
b. Sistem
Pengendalian Produksi. Meliputi pengendalian proses produksi, bahan, tenaga
kerja, biaya, kualitas dan pemeliharaan.
c. Sistem
Informasi Produksi. Aspek ini meliputi struktur organisasi, Produksi atas dasar
pesanan, Mass Production. Ketiga aspek dan komponen-komponennya tersebut agar
dapat berjalan dengan baik perlu planning, organizing, directing, coordinating,
controlling (Management Process).
a. Apa
pengertian Manajemen Produksi, Perkembangan, Proses dan Ruang Lingkup Manajemen
Produksi ?
b. Apa
maksud Strategi, Manufaktur dari Manajemen Produksi ?
c. Bagaimana
Menentukan Letak dan Lokasi Bisnis ?
d. Bagaimana
Menempatkan Fasilitas Pabrik ?
e. Apa
Pengertian Manajemen Operasi dan Lingkungannya ?
f. Bagaimana
Pembuatan Keputusan Dalam Produksi/Operasi ?
g. Apa
Alasan Perusahaan Menjadi Global ?
Tujuan
utama pembuatan makalah ini untuk memenuhi nilai mata kuliah Bisnis
Internasional. Selanjutnya untuk memaparkan pengertian produksi dan manajemen
produksi, menjelaskan bagaimana proses produksi.
Manajemen produksi merupakan salah satu
fungsi manajemen yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan
produksi yang buruk dapat juga berakibat pada rendahnya mutu produk atau jasa
yang di hasilkan, peran manajemen produksi terasa sangat semakin penting bagi
kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk mengakinatkan
pemborosan dalam bentuk menumpuknya persediaan.
a. Adanya
orang yang lebih dari satu
b. Adanya
tujuan yang ingin dicapai
c. Orang
yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut
Ilmu
manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya manusia menghuni bumi ini. Banyak
catatan membuktikan bahwa manajemen sudah di terapkan sejak jaman kuno.
Penafsiran tulisan kuno di Mesir yang di perkirakan di tulis tahun 1300 sebelum
masehi menunjukan bahwa organisasi dan administrasi negara telah di terapkan
oleh para pelaksana negara pada zaman kuno.
Sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagian dari manajemen itu
mengkhususkan diri untuk mengejar tujuannya masing-masing. Manajemen produksi
termasuk ke dalam bidang manajemen yang mengkhususkan tujuannya. Manajemen
produksi berkembang mengikuti perkembangan konsumsi masyaakat terhadap produk
yang di hasilkan.
Perkembangan
manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang menunjang
yaitu:
a. Adanya
pembagian kerja dan spesialisasi
b. Revolusi
industri
c. Perkembangan
alat dan teknologi
d. Perkembangan
ilmu dan metode kerja
Proses
produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
a. Berdasarkan
kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian:
· Proses
produksi terus menerus (Continuous production)
· Proses
produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
b. Berdasarkan
teknik terbagi kedalam 4 bagian:
· Proses
ekstraktif
· Proses
analitis
· Proses
pengubahan
· Proses
sintesis
a. Perencanaan
sistem produksi.
b. Perencanaan
produksi.
c. Perencanaan
lokasi produksi.
d. Perencanaan
letak fasilitas produksi.
e. Perencanaan
lingkungan kerja.
f. Perencanaan
standar produksi.
Empat
fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
1. Proses
pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan
masukan (inputs).
2. Jasa-jasa
penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk
penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan
dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
3. Perencanaan,
merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan
operasi yang akan dilakukan dalam satu dasar waktu atau tertentu.
4. Pengendalian
atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai
dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan
pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.
Secara
umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal yaitu kegiatan
produksi dan manajemen bahan baku. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan
untuk menekan biaya penciptaan nilai dan untuk melayani kebutuhan konsumen
dengan baik (nilai tambah).
Produksi
didefinisikan sebagai kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah
jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang
tersebut.Produksi merupakan kegiatan yang mencakup penciptaan suatu
produk. Namun istilah produksi tidak hanya digunakan dalam penciptaan
barang saja tetapi juga digunakan dalam kegiatan jasa.
Manajemen
bahan adalah kegiatan mengatur (planing, organazing, actuating, controlling)
penyebaran material fisik melalui rantai nilai. Mulai dari usaha
mendapatkan material tersebut melalui produksi sampai pendistribusiannya.
Fungsi manajemen bahan bagi pihak internal perusahaan adalah biaya produksi
yang lebih rendah dan peningkatan kualitas produk secara simultan melalui
peniadaan produk rusak atau cacat baik dari rantai supplay dan proses
pabrikasi.
Perusahaan
yang mengembangkan kontrol kualitasnya dapat mengurangi biaya penciptaan nilai
melalui 3 cara yaitu :
1. Memanfaatkan
waktu seefektif dan seefisien mungkin dalam memproduksi barang sehingga tidak
terdapat produk yang kurang berkualitas dan tidak dapat dijual.
2. Meningkatkan
kualitas produk dengan menekan biaya pekerjaan ulang (rework) dan biaya tambahan
(scrap costs).
3. Meminimalkan
biaya jaminan dan biaya pekerjaan ulang untuk mendapatkan kualitas produk yang
lebih baik.
Teknik manajemen utama yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kualitas
produk mereka adalah Total Quality Management (TQM). Fokus inti TQM adalah
pada kebutuhan untuk mengembangkan kualitas produk dan jasa perusahaan. Menurut
Fandy Tjiptono (2000:23) pengertian TQM adalah suatu pendekatan dalam
menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi
melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan
lingkungannya. Terdapat 10 unsur dari TQM tersebut yaitu:
1. Fokus
pada pelanggan
2. Memiliki
obsesi yang tinggi terhadap kualitas
3. Penggunaan
pendekatan alamiah
4. Memiliki
komitmen jangka panjang
5. Pembentukan
tim kerja
6. Penyempurnaan
kualitas secara berkesinambungan
7. Pendidikan
dan pelatihan
8. Kebebasan
yang terkendali
9. Kesatuan
tujuan
10. Adanya
keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
Selain
itu, terdapat beberapa persyaratan dalam TQM, yaitu:
1. Komitmen
dari manajemen puncak
2. Adanya
stering committee (SC) dari seluruh bagian organisasi
3. Perencanaan
dan publikasi
4. Pembentukan
infrastruktur yang mendukung penyebarluasan dan perbaikan berkesinambungan
Adalah
suatu sistem yang seimbang dimana terdapat sedikit atau tidak ada barang
setengah jadi atau dan barang jadi yang tertunda dan menganggur. Yaitu dengan
mengefisiensikan biaya penyimpanan bahan. Dengan mendatangkan bahan tersebut
tepat pada saat bahan tersebut dibutuhkan dan bukan sebelumnya.
Produk
yang dihasilkan tepat pada waktu dan dalam jumlah yang diminta atau dibutuhkan
oleh konsumen. Apabila terdapat bahan yang cacat pada bahan yang masuk akan
dapat segera dideteksi. Sehingga JIT dapat meningkatkan kualitas produk dan
kerusakan pada bahan dapat diminimalisir.
Namun,
sistem JIT ini memiliki kelemahan, yaitu perusahaan tidak memiliki persediaan
bahan, sehingga akan sulit bagi perusahaan apabila terjadi hambatan-hambatan
dalam proses produksi atau saat terjadi lonjakan permintaan. Solusinya yaitu
perusahaan harus memiliki beberapa pemasok bahan yang dibutuhkan.
Selain
pengurangan biaya dan peningkatan kualitas, ada dua sasaran yang penting dalam
bisnis internasional yaitu:
1. Pabrikasi
dan manajemen bahan harus dapat menghimpun permintaan dari respon lokal.
Permintaan lokal meningkat dari adanya perbedaan nasional dalam cita rasa dan
preferensi infrastruktur, saluran distribusi dan permintaan pemerintah.
Permintaan untuk merespon kebutuhan lokalmenciptakan penekanan untuk
mendesentralisasikan kegiatan produksi ke pasar nasional atau regional utama
tempat perusahaan melakukan bisnis.
2. Pabrikasi
dan manajemen bahan harus dapat memberikan respon yang cepat terhadap perubahan
permintaan konsumen. Persaingan berdasarkan waktu telah menjadi semakin
penting. Dengan kata lain, ketika permintaan konsumen cenderung meningkat dan
perubahan tidak dapat diramalkan, perusahaan yang dapat beradaptasi dengan
cepat terhadap perubahan-perubahan ini akan memperoleh keuntungan.
Letak
lokasi bisnis menjadi salah satu syarat penting dalam menentukan sukses
tidaknya suatu perusahaan tersebut didirikan serta untuk mencapai tujuan ganda
yaitu meminimalisasi biaya dan mengembangkan kualitas produk. Dalam
menentukan letak lokasi bisnis perlu diperhatikan beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Faktor
Negara
Faktor
Negara merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan
letak lokasi bisnis. Kondisi politik, ekonomi, budaya dan biaya
faktor relatif berbeda dari suatu Negara dengan Negara lain. Suatu
Negara pasti memiliki keunggulan komparatif yang menyebabkan biaya
faktor relatif bebeda-beda.Sedangkan perbedaan politik, ekonomi, dan
budaya nasional memperngaruhi keuntungan, biaya dan risiko untuk melakukan
bisnis di suatu Negara.
Faktor
Negara yang lain berkenaan dengan keputusan lokasi yaitu mencakup adanya
hambatan dari suatu Negara yang akan dijadikan tempat bisnis tentang peraturan
berinvestasi di Negara tersebut. Walaupun biaya faktor relatif lebih rendah
namun dengan adanya keputusan larangan investasi memungkinkan dapat menghapus
pilihan tersebut.
Faktor
Negara lain adalah tingkat pertukatan uang asing yang relatif
berubah-ubah.perubahan yang berlawanan dalam tingkat perubahan dengan cepat
tersebut dapat mengubah daya tarik suatu Negara yang akan mengadakan suatu
bisnis di Negara tersbut. Apresiasi mata uang dapat mengubah suatu lokasi dengan
biaya rendah menjadi lokasi dengan biaya tinggi.
2. Faktor
Teknologi
Teknologi
yang menjadi perhatian penting adalah teknologi yang melaksanakan
aktivitas-aktivitas pabrikasi khusus (manufacturing technology). Tipe
teknologi yang digunakan sebuah perusahaan dalam pabriknya dapat menjadi sangat
penting dalam keputusan lokasinya. Terdapat tiga karakteristik faktor teknologi
adalah:
a. Biaya
tetap
Biaya tetap untuk mendirikan pabrik
sangat tinggi, dimana suatu perusahaan harus melayani pasar dunia dari satu
lokasi tunggal atau dari lokasi yang sangat sedikit.Biaya tetap yang relatif
rendahsuatu saat dapat berubah menjadi biaya yang cukup ekonomis untuk
melaksanakan aktivitas tertentu di beberapa lokasi.Hal ini memungkinkan
perusahaan untuk menampung permintaan dari respon lokal dengan lebih
baik.Pabrik yang berada di banyak lokasi juga dapat membantu perusahaan
menghindari risiko ketergantungan pada satu lokasi. Tergantung terhadap satu
lokasi akan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan tersebut.
b. Skala
efisien minimum
Konsep skala ekonomi menerangkan
bahwa bila output dari pabrik bertambah maka unit-unit biaya akan berkurang.
Alasan terhadap hubungan ini mencakup pemanfaatan yang lebih optimal dari
peralatan modal dan perolehan produktivitas yang muncul melalaui spesialisasi
yang lebih banyak dari pekerjaan dalam suatu perusahaan. Tingkat output yang
berada pada tingkat skala ekonomi yang terrendah menunjukkan skala efisien
minimum dari output. Hal ini merupakan skala output suatu pabrik yang harus
diopersikan pada semua tingkat pabrik utama untuk merealisasikan skala ekonomi.
Konsep ini menunjukkan bahwa
skala efisien minimum yang lebih besar dari suatu pabrik,
merupakan pernyataan yang mendukung pada pemusatan produksi di satu lokasi
atau sejumlah lokasi yang terbatas. Ketika skala efisien minimum dari suatu
produksi rendah, maka kemungkinan biaya akan menjadi ekonomis bagi pabrik yang
berada dibeberapa lokasi.
Dalam hal ini, terdapat
keuntungan-keuntungan yang diperoleh bagi perusahaan untuk menghimpun
permintaan yang lebih baik bagi respon lokal atau untuk membatasi dalam upaya
melawan risiko mata uang dengna memproduksi produk yang sama di beberapa
lokasi.
c. Flexible
manufacturing (lean production)
Fleksibel
manufacturing merupakan suatu susunan yang dirancang untuk:
· Mengurangi
waktu penanganan perlengkapan yang kompleks
· Menciptakan
pemanfaatan mesin secara individual melalui penjadwalan yang lebih baik
· Meningkatkan kontrol
kualitas disetiap tahap pabrikasi
Teknologi
produksi yang fleksibel menjadikan perusahaan dapat menghasilkan produk akhir
dengan keragaman yang lebih banyak pada tingkat unit-unit biaya yang pada suatu
waktu hanya dapat dicapai melalui produksi massa dari output yang didesentralisasi.
Teknologi dalam suatu perusahaan
dapat membantu perusahaan tersebut untuk menciptakan respon konsumennya.
Teknologi yang fleksibel dalam bisnis internasional juga dapat membantu
perusahaan menyeragamkan produknya untuk pasar nasional dan internasionala yang
berbeda-beda
Faktor teknologi dapat mendukung
kebijakan ekonomi perusahaan untuk memusatkan fasilitas menufakturing pada
pilihan lokasi. Kebijakan tesebut sesuaidan benar apabila:
§ Biaya-biaya
tetap besar
§ Skala
efisiensi minimum dari produksi tinggi
§ Teknologi
manufacturing yang fleksibel tersedia
Hal tersebut sering kali benar
bila terdapat perbedaan cita rasa dan preferensi konsumen dalam pasar-pasar
nasional tersebut, selama teknologi mnaufakturing yang fleksibel mendukung perusahaan
untuk menyeragamkan produk di Negara yang berbeda-beda pada fasilitas tunggal.
Kebijakan untuk memusatkan produksi di satu atau sedikit lokasi tidak dapat
dipaksa apabila:
§ Biaya-biaya
tetap rendah
§ Skala
efisiensi minimum dari produksi rendah
§ Teknologi
manufacturing yang fleksibel tidak tersedia
Selain
ketiga karakteristik teknologi manufaktur yang telah dibahas di atas, faktor
teknologi yang lainnya juga perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah
peranan teknologi dalam keunggulan bersaing sebagaimana dikemukakan oleh Porter
(1994:177) bahwa “teknologi berpengaruh pada keunggulan bersaing jika memiliki
peran signifikan dalam menentukan posisi biaya relatif atau differensiasi
relatif.Karena teknologi terwujud dalam setiap aktivitas nialai dan berperan
dalam mewujudkan keterkaitan di antara berbagai aktivitas, maka teknologi dapat
memiliki pengaruh besar tehadap biaya atau diferensiasi, jika berpengaruh pada
faktor penentu biaya atau faktor penentu keunikan aktifitas nilai.
3. Faktor
produk
Terdapat
dua ciri produk yang dapat mempengaruhi keputusan lokasi, yaitu:
a. Rasio
antara nilai dan berat produk, karena hal ini berpengaruh dalam bidang
transportasi. Banyak komponen-komponen elektronik yang memiliki rasio antara
nilai dengan berat produk yang tinggi, mahal dan tidak terlalu berat. Dengan
demikian, sekalipun komponen-komponen elektronik tersebut dibentuk separuh
jalan di seluruh dunia. Biaya transportasi diperhitungkan dengan presentasi
yang sangat kecil dari total biaya secara keseluruhan. Berkaitan dengan hal
ini, maka yang lainnya akan menjadi sama, terdapat penekanan yang kaut terhadap
pabrik produk-produk tersebut pada loksai yang optimal dan untuk melayani pasar
dunia dari lokasi tersebut.
Penanganan produk yang berbeda yaitu rasio antara nilai dengan berat produk
yang rendah.Produk tersebut relatif tidak terlalu mahal dan berat. Bila
produk-produk tersebut dibentuk di beberapa tempat maka biaya transportasi
diperhitungkan dengan presentasi yang besar dari total biaya keseluruhan. Maka
produk lainnya akan sama, dimana terdapat penekanan yang kaut terhadap pabrik.
Produk-produk ini terdapat di beberapa lokasi yang dekat dengan pasar utama
untuk mengurangi biaya transportasi.
b. Produk
yang melayani kebutuhan-kebutuha universal (kebutuhan yang sama di dunia).
Sepanjang terdapat sedikit perbedaan nasional dalam citarasa dan preferensi
konsumen untuk berbagai macam produk, maka kebutuhan untuk respon lokal akan
berkurang. Maka hal ini akan meningkatkan daya tarik untuk menempatkan pabrik
atau perusahaan pada suatu lokasi yang optimal.
Terdapat
dua strategi dalam penempatan fasilitas produksi, yaitu memusatkan
fasilitas-fasilitas produksi tersebut pada lokasi yang optimal dan melayani
pasar dunia, dan mendesentralisasikan fasilitas-fasilitas produksi tersebut
pada wilayah atau lokasi nasional yang berragam yang dekat dengan pasar
utama.Pilihan strategi yang tepat ditentukan oleh faktor keragaman, Negara,
teknologi dan produk.
Pemusatan
pabrikasi sesuai jika:
a. Perbedaan
dalam biaya-biaya faktor politik ekonomi dan budaya memberikan pengaruh besar
pada biaya-biaya produksi di berbagai Negara.
b. Hambatan
perdagangan rendah.
c. Tingkat
pertukaran diharapkan akan relatif stabil.
d. Teknologi
produksi mengandung biaya tetap yang tinggi atau skala efisien minimum yang
tinggi serta keberadaan teknologi produksi yang fleksibel.
e. Ratio
value to weight produk yang tinggi.
f. Produk
yang melayani kebutuhan-kebutuhan universal.
Desentralisasi
produksi sesuai jika:
a) Perbedaan
antara Negara dalam biaya-biaya faktor politik ekonomi dan budaya
tidak membawa pengaruh besar pada biaya produksi di berragam Negara.
b) Hambatan
perdagangan tinggi.
c) Tingkat
pertukaran yang diharapkan berubah.
d) Teknologi
produksi mengandung biaya tetap yang rendah, dan teknologi produksi yang
fleksibel
e) Ratio
value to weight produk yang rendah.
f) Produk
tidak melayani kebutuhan universal, Karena perbedaan yang signifikan dalam cita
rasa dan preferensi konsumen berada di Negara-negara.
Alasan pertama pentingnya mempelajari
manajemen poduksi adalah topik-topik yang dipelajari dalam manajemen
produksi berkaitan dengan desain, operasi dan pengawasan sisi penawaran
organisasi-organisasi. Semua organsasi ada untukmemenuhi permintaaan tersebut.
Dengan pemahaman dasar tentang apa yang dilakukanuntukmengembangkan dan
mengoperasikan sistem-sistem produksi, para manajer pemasaran dapat
melayani pasar dan mengelola tenaga penjualan mereka dengan secara lebih baik
bila mereka memahami kemampuan dan keterbatasan sistem permintaan-penawaran
total mereka, pengenalan produk baru, dan kemampuan produk baru. Manajer
keuangan dapat merencanakan ekspansi kapasitas dan akan dapat memahami
tujuan-tujna persediaan ssecara lebih baik.
Para akuntan mementingkan
ini untuk memberi informasi akuntansi biaya,rasio-rasio pemanfaatan kapasitas,
penilaian persediaan, dan informasi lain untuk pengawasan. Para manjer
personlia juga dapat memperoleh suatu pengetahuan tentang kompleksitas
desain pekerjaan,fungsi-fungi yang dilaksanakan manajer produksi, serta
keterampilan-keterampilan yanga diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka.
Alasan kedua pentingnya mempelajari manajemen operasi adalah bahwa sekitar 70
persen aktiva –aktiva dalamberbagai organisasi manufacturing dan pemrosesan
adalah berbentuk p ersediaan-persediaan,pabrik dan peralatan yang secara
langsung atau tidak langsung berada di bawah pengawasan para manajer produksi
atau operasi manajer, manajer bahan,manajer peralihan, dan para penyelia
produksi yang semuanya merupakan anggota organisasi manjemen operasi dan
produksi.
Alasan ketiga adalah untuk meperoleh pengetahuan tentanng berbagai macam
tekanan yang dihadapi manajer sebagai usaha mereka untuk melaksanakan tanggung
jawab sosial perusahan terhadap masyarakat. Para manajer produksi dan operasi
harus memenuhi keinginan pemilik, sebagai pemegang saham perusahaan atau
anggota legislatif. Tetai, di lain sisi mereka harus beroperasi dalam sistem
sosial dan mempinyai kewajiban-ewajiban terhadap masyarakat.
Alasan
terakhir untuk mempelajari manajemen produksi atau operasi adalah bahwa ada
kesempatan pekerjaan dan karir yang cerah bagi individu kreatif ang berminat
terjun dalamkarier profesional di bidang manajemen produksi atau operasi dan
manjemen pelatihan.
Pesanan-pesanan diterima
oleh departeman penjualan yang merupakan bagian fungsi pemasaran; bahan mentah
dan suplies didapatkan melalui fungsi pembelain; modal untuk pembelian berbagai
pealatan datang dari fungsi keuangan; tenaga kerja diperoleh melalu fungsi
personalia; dan produk dikirim oleh fungsi distribusi. Penyanggan fungsi
produksi daripengaruh lingkungan secar langsung diperlakukan untuk alasan
diantaranya interaksi dengan unsur-unsur lingkungan, proses transformasi
tekologi yang lebih efisien dariada proses yang diperlukan dalam pengadaan
masukan dan penjualan produk akhir, keterampilan manajerial yang diperlukan
untuk keberehasilan operasi proses transformasi sering berbeda dengan yang
diperlukan untuk keberehasilan operasi pemasaran, personalia, atau keuangan.
Pengorganisasian
fungsi produksi merupakan proses penyusun struktur
organisasi departemen produksi yang sesuai dengan tujuan organisasi,
sumber daya yang dimiliknya, danlingkungan yang melingkupinya.
Pembuatan
keputusan merupakan elemen penting manajemen operasi dan produksi. Pembuatan
keputusan dapat dioandang dari berbagai perspektif yang berbeda. Pembuatan
keputusan merupakan keseluruhan proses pencapaian suatu keputusan dari
idetifikasi awal melalui pengembangan dan penilaian alternatif-alternatif
sampai pemilihannya.
Proses pembuatan keputusan diawali
dengan perumusan masalah yang dilakukan dengan menguji hubungan
sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan, dan yang paling penting adalah
berkonsultasi dengan pihak lain. Selanjutnya pengembangan
alternatif-alternatif dengan mengumpulkan dananalisa data yang relavan.
Dari dat tersebut ditentukan alternatif dikembangkan sebelum diambil suatu
keputusan.
Setelah dikembangkannya alternatif
maka langkah selanjutnya adalah evaluasi alternatif- alternatif yang
tergantung pada kriteria pemilihan keputusan yang tepat. Evaluasi alternatif
dipermudah dengan penggunaan model-model matematik formal. Ini memungkinkanpembut
keputusan untuk mengkuantufikasikan kriteria dan batasan-batasan serta
mengevaluasi berbagai alternatif berdasarkan kerangka model. Pemilihan
alternatif dilakukan untuk mengevaluasi alternatif-alternatif untuk
mempermudah alternatif yang tinggi. Alternatif yang terpilih sering hanya
berdasarkan jumlah informasi terbatas yang tersedia bagi manajer dan
ketidaksempurnaan keputusan manajer. Pilihan alternatif terbaik pun sering
merupakan kompromberbagai faktor yang dipertimbangkan.
Implementasi keputusan. Suatu
keputusan belum selesai sebelum diterapkan dalam praktek. Langkah ini sama
krusialnya dengan proses pembuatan keputusan secar keselururuhan. Pemahaman
akan perubahan organisasionaladalah kunci sukses implementasi. Implementasi
tidak sekedar menyangkut pemberian perintah, naun dalam hal ini manajer harus
menetapkan jadwal kegiatan atau anggaran, mengadakan den mengalokasikan
sumberdaya yang diperlukanserta melimpahkan wewenang dan tanggungjawab
tertentu.
Dalam
situasi dan kondisi yang semakin berkembang, maka banyak perusahaan yang
membuat keputusan untuk mengembangkan bisnis ke dunia internasional.Ada
beberapa alsan yang mendasari perusahaan menjadi global. Diantaranya adalah
sebagai berikut:
1.Efisiensi
biaya
Banyak
cara yang telah dilakuakn oleh perusahaan yang beroperasi secara global atau
secara internasional untuk dapat mengurangi berbagai biaya, antara lain dengan
cara:
a. Pemilihan
lokasi yang menyediakan biaya tenaga kerja rendah
b.Pemanfaatan
adanya kesepakatan perdagangan yang berdampak pada kemajuan perusahaan
2.Perbaikan
manajemen rantai pasokan
Dengan
menempatkan fasilitas di suatu Negara dimana sumberdaya tertentu berada, maka
pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat lebih terjamin.
3.Pemberian
produk yang lebih baik
Karena
karakteristik produk yang diinginkan konsumen sangat bervariasi dan ditentukan
oleh masing-masing lokasi maka banyak perusahaan yang beroperasi secara
internasional menempatkan diri di suatu Negara tertentu dimaka produk perusahaan
tersebut dipasarkan, misalnya disesuaikan dengan budaya yang berlaku.
4.Menarik
pasar baru
Perusahaan
yang wilayah pemasarannya di dalam negeri sudah terbatas, maka dapat
memanfaatkan pasar luar negeri yang masih terbuka untuk digunakan sebagai
tempat usaha dengan memperhatikan berbagai aspek.
Pentingnya mempelajari manajemen
poduksi adalah topik-topik yang dipelajari dalam manajemen produksi
berkaitan dengan desain, operasi dan pengawasan sisi penawaran
organisasi-organisasi. Proses pembuatan keputusan diawali dengan perumusan
masalah yang dilakukan dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan,
dan yang paling penting adalah berkonsultasi dengan pihak lain.
Dapat disimpulkan, tanpa adanya
perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan
mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus
bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil
produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar.
Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya
menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk,
sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari
bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik
dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi
arah kerja bagi bagian produksi.
Dalam
pembuatan makalah ini mungkin masih terdapat beberapa kesalahan baik dari isi
dan cara penulisan. Untuk itu kami sebagai penulis mohon maaf apabila pembaca
merasa kurang puas dengan hasil yang kami sajikan, dan kritik beserta saran
juga kami harapkan agar dapat menambah wawasan untuk memperbaiki penulisan
makalah kami.
Comments
Post a Comment